Pengalaman Mengatasi Breakout Karena Over Eksfoliasi

By YL 10 Agu 2019, 10:42:38 WIB Kesehatan
Pengalaman Mengatasi Breakout Karena Over Eksfoliasi

Untuk mendapatkan kulit yang cerah sekaligus membantu regenerasi kulit, biasanya rutinitas ekfoliasi wajah jadi salah satu cara paling ampuh yang dilakukan secara rutin. Eksfoliasi yang merupakan proses pengangkatan sel kulit mati dan kotoran di wajah bisa membuat penampilan kulit terlihat lebih cerah dan bebas kusam. Tapi tak sedikit wanita yang masih salah kaprah soal ini (termasuk saya). Menurut Laura F. Sandoval, DO seorang Dermatologis dari Wake Forest University, proses eksfoliasi wajah idealnya hanya dilakukan 1 kali seminggu untuk jenis wajah kering dan normal, sedangkan jenis kulit berminyak hanya perlu melakukan eksfoliasi 2 kali seminggu. Nah, sayangnya saya sempat terlalu berlebihan melakukan rutinitas ini hingga akhirnya harus mengalami over eksfoliasi pada wajah. Untuk tahu bagaimana cara saya mengatasi hal ini, yuk coba simak artikel di bawah ini.

Efek Over Exfoliasi

Meskipun memiliki efek yang baik bagi kulit, namun terlalu sering melakukan eksfoliasi dapat merusak moisture barrier atau lapisan kulit terluar. Proses eksfoliasi yang dilakukan terlalu sering tidak lagi mengangkat sel kulit mati tapi malah membuat lapisan kulit teratas menjadi terkikis sehingga kulit rentan iritasi. Sederhananya, kulit jadi tidak terlindungi. Akibatnya, kulit menjadi berkali lipat lebih sensitif dari pada biasanya sehingga bakteri jadi mudah menginfeksi hingga menimbulkan jerawat.

Kondisi Kulit Saat Breakout

kulit breakout

Nah, saya baru saja mengalami breakout karena over eksfoliasi. Rangkaian produk perawatan seperti face scrub, charcoal mask, chemical exfoliator, hingga exfoliants berbentuk pads saya gunakan bergantian dalam frekuensi yang cukup sering. Sesering apa? Hampir setiap hari. Sore hari pakai charcoal mask, malamnya pakai exfoliator pads, besok paginya pakai face scrub.

Waktu itu saya kelawat sering mengeksfoliasi wajah karena punya satu buah cystic acne di pipi. Alih-alih ingin menghilangkan jerawat tersebut, yang ada kulit saya malah beruntusan, dehidrasi, hingga muncul jerawat-jerawat lain. Singkatnya, breakout parah. Masa breakout yang saya alami kali ini tidak singkat. Sudah hampir empat bulan dan sekarang saya masih dalam proses mengembalikan kondisi kulit seperti sedia kala.

 

Mencoba Berbagai Regimen dengan Produk OTC

Untuk mengatasi breakout, sebisa mungkin saya bertahan pada produk-produk Over the Counter (OTC). Pilihan pertama saya adalah spot treatment-nya Clean & Clear. Karena merasa tidak ada perubahan berarti, setelah 2 minggu pemakaian, lalu saya mencoba Niacinamide-nya The Ordinary. Apalagi melihat beberapa review positif soal produk ini yang disebut ampuh dalam meredakan beruntusan sekaligus memudarkan Post Inflammatory Hyperpigmentation (PIH). Tapi di kulit saya produk ini malah memberi efek gatal. Karena tidak cocok memakai produk The Ordinary tersebut, saya beralih ke tea tree oil yang dicampur dengan sweet almond oil untuk obat totol jerawat. Saya menggunakannya secara rutin pada pagi dan malam hari. Rasanya agak pedas saat ditotol ke kulit berjerawat, which is seluruh area pipi saya. Tapi hasilnya cukup oke, kelihatan perbedaannya setelah satu setengah bulan. Tidak ada lagi jerawat di area pipi, tapi masih ada sedikit pimple.

Namun pada akhirnya, kulit saya jadi seperti ketergantungan dengan penggunaan tea tree oil ini, pernah saat saya lupa memakainya, jerawat kembali muncul. Setiap kali absen mengaplikasikan tea tree oil selalu begitu. Sudah hampir sembuh, lupa pakai, lalu kembali lagi ke kondisi kulit awal.

Karena capek mencoba menyembuhkan jerawat, saya pun mengganti metode. Alih-alih mencari obat jerawat ampuh, saya fokus untuk mengembalikan moisture barrier kulit. Saya menyederhanakan rangkaian skin care dan menggunakan berbagai produk drugstore untuk mengatasinya. Produk yang saya pakai; double cleansing dengan Emina Cleansing Oil atau Garnier Micellar Water dan Acnes Creamy Wash, toner wajah dengan Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Lotion yang sekaligus saya gunakan untuk mengompres jerawat tiap pagi dan malam hari, lalu untuk pelembap saya menggunakan Sensatia Botanicals Amber Rose Facial Dream Cream bergantian dengan Wardah Renew You Night Cream, serta Biore UV Watery Essence untuk sunscreen-nya.

Proses Merawat Kulit

Dengan rangkaian produk perawatan yang saya sebutkan di atas, perlahan kondisi kulit saya sudah membaik, meski belum sepenuhnya kembali pada kondisi sebelum over eksfoliasi. Masih ada PIH di mana-mana dan beberapa pimple. Untuk merawat kulit, saya masih menggunakan rangkaian skin care yang sama ditambah sheet mask setiap beberapa hari sekali.

Dari pengalaman ini, saya jadi belajar kalau produk skin care itu bersifat personal dan tidak selalu memberi efek yang sama pada tiap orang. Bahkan produk skin care yang disebut ampuh untuk mengatasi bekas jerawat, nyatanya tidak memberi hasil yang sama pada saya, malah kondisi wajah saya cenderung membaik setelah mengandalkan berbagai produk drugstore dan lebih fokus dalam menjaga lapisan kulit tetap lembap dan ternutrisi.

 

 

Source : Beauty Journal




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 5 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Terbaru

Berita Populer

Jejak Pendapat

Siapakah Presiden & Wakil Presiden Indonesia Selanjutnya menurut Anda ?
  Prabowo-Sandiaga
  Jokowi-Ma'aruf

Komentar Terakhir

  • web developer jakarta

    wah dengan update nya windows terbaru sepertinya akan banyak web developer di jakarta yang harus ...

    View Article
  • makanan minuman populer

    thank you for sharing, please check out our ...

    View Article
  • makanan minuman populer

    thank you for sharing, please check out our ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video